Selasa, 25 Oktober 2011

Bukit Timbis


Bila anda mengunjungi pulau Bali, pasti anda akan menemukan pusat olah raga dirgantara menarik, yakni Bukit Timbis. Bukit yang digunakan pusat olah raga paralayang ini terletak di sebuah dataran tinggi di kawasan Nusa Dua, Bali. Tak hanya menarik pemain-pemain paralayang nasional, lokasi ini juga kerap menjadi pusat bermainnya para ekspatriat. Angin bertiup kencang sepanjang masa di Pantai Timbis. Tidak heran jika tempat ini disebut surga paralayang. Timbis berlokasi di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta, Badung, Bali. Untuk mencapai lokasi ini dari Denpasar dibutuhkan waktu tempuh 40 menit menggunakan jalan darat.

Tidak sedikit pecinta paralayang dari penjuru dunia datang ke tempat ini, untuk terbang dan menikmati keindahan laut Nusa Dua. Dilihat dari atas ketinggian, hamparan pesisir laut terlihat indah dan menarik. Tebing terjal yang memisahkan antara bukit Timbis dan laut terlihat seperti mematahkan kedua dataran.

Bukit Timbis walau berketinggian 80 m dari permukaan laut, merupakan daerah paling tinggi dibanding sekitarnya. Tebingnya cukup tajam dan disapu angin dari laut. Karena itu, sepanjang waktu terjadi turbulance yang mendorong paralayang atau gantole terangkat ke udara.

Istimewanya, setelah meluncur dari tebing Timbis atlet bisa mendarat di dataran Timbis juga. Sehingga lebih praktis, karena tidak perlu mencari tempat pendaratan. Timbis cukup terpencil, makanya kadang orang Bali sendiri tidak mengetahui tempat ini. Panjang pantai sekitar dua kilometer. Sementara panjang launching ramp kurang lebih 50 m.

Biasanya, lokasi ini banyak dikunjungi turis mancanegara pada bulan-bulan Agustus hingga bulan Desember. Beberapa warga asing pecinta paralayang di Bali juga banyak yang mendirikan rumah di kawasan ini, sebagai tempat tinggalnya. [berbagai sumber]

0 komentar:

Posting Komentar