Tampilkan postingan dengan label Darat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Darat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

New 7 Wonders Menuai Kontroversi

1320051615306431824

KOMPAS.com/NI LUH MADE PERTIWI F. (Jusuf Kalla Jadi Duta Pulau Komodo)

Beberapa hari ini, New 7 wonder sedang gencar-gencarnya diperbincangkan di media massa. baik televisi, radio, media online, cetak menyuarakan agar warga Indonesia memberikan dukungan sebanyak-banyaknya dengan mengirim sms ke 9818. Hal ini dilakukan agar pulau komodo menjadi juara di kompetisi 7 keajaiban dunia.

Namun, disamping itu new 7 wonder ternyata kini tengah menuai kontroversi. Ada beberapa nomine yang mengundurkan diri karena beberapa alasan. salah satunya, Maladewa yang memutuskan mundur dari persaingandi kompetisi 7 keajaiban dunia. namun alasannya apa? seperti yang dilansir dalam situs resmi pemasaran dan hubungan masyarakat Maladewa, bahwa penyelenggara tidak transparan dalammenjelaskan bagaiamana cara mereka menghitung dukungan.

heeemmm, well. kalau kalian mengikuti berita-berita mengenai new 7 wonder, pasti kalian tau kan bagaimana kerjasama kompetisi ini dengan para provider telekomunikasi demi melancarkan voter untuk mendukung komodo. yup, seperti yang diketahui dulu sms dukungan ini bernilai Rp 1000, sekarang demi meraih kemenangan, smsnya hanya dikenai Rp 1.

Dan mereka mengakui bahwa saat ini sudah dibanjiri dukungan oleh para voter, bahkan diprediksi dukungan akan meningkat pada masa berakhirnya pemilihan tgl 11 november nanti.

Rasa penasran timbul dibenak voter setelah ketua pendukung pemenangan, aktivis lingkungan Emmy Hafild mengatakan bahwa saat ini pendukung komodo mencapai puluhan juta, meskipun tidak boleh disebutkan berapa voter yang mendukung. dengan alasan, peraturan dari panitia penyelenggara the 7 wonders melarang peserta memberikan rincian voters karena kompetisi ini tidaklah menggunakan penghargaan juara satu, dua dan tiga.

dilansir kabar dari beberapa media, setelah banyak dipertanyakan, operator & CP turunkan tarif jadi Rp 1. nah, ketika masih Rp 1.000 tidak jelas apakah dana, benar disalurkan untuk Komodo atau turisme indonesia?. nah loh! :D ditambah banyaknya dukungan figur publik termasuk JK&SBY, jadi makin tidak jelas berapa pembagian hasil antara CP, operator & pemerintah/pihak lainnya yg mengurusi pulau komodo.

namun tidak hanya itu alasan nomine mengundurkan diri. yang lainnya karena biaya-biaya yang tak terduga yang terus menigkat jumlahna. bahkan mereka menyebut harus membayar sponsor platinum mencapai $350 ribu, dua biaya sponsor emas dengan total $420 ribu, mensponsori tur dunia dengan menerima kunjungan delegasi, juga menyediakan perjalanan balon udara, penerbangan, akomodasi, lalu kunjungan wartawan seperti biaya $1 juta bagi penyedia layanan telepon utnuk berpartisipasi dlam kampanye new 7 wonder, dan $1 juta lagi masakapai bisa menempelkan logo new 7 wonder di pesawat-pesawat mereka.

memang sungguh luar biasa biaya-biayanya hanya demi sebuah predikat keajaiban saja. padahal tanpa seperti ini, reputasi komodo itu sudah diakui menjadi tujuan wisata dunia. coba saja banyak wisatawan2 yang berkunjung kesana.

kalau dipikir-pikir, lebih baik ya biaya jutaan dolar itu digunakan untuk kampanye wisata-wisata yang lainnya yang tidak kalah menakjubkan yang ada di Indonesia daripada demi membayar biaya-biaya lisensi pada sebuah perusahaan yang tidak jelas reputasinya?

dan perlu kalian tau bahwa lembaga new 7 wonder ini sama sekali tidak terhubung dengan lembaga UNESCO di bawah PBB. Malahan UNESCO itu sudah menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.

dan sejak 2007, Unesco pun menyatkan bahwa mereka sudah berkali-kali diajak bekerjasama oleh organisasit itu (new 7 wonder) tapi mereka lebih memilih untuk tidak berpartisipasi. bahkan, UNESCO sampai mengaskan bahwa yang mereka lakukan dengan penetapan situs-situs warisan dunia sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh new 7 wonder.

Maka ketika UNESCO mengatakan, “tidak ada yang bisa dibandingkan antara kampanye media yang dilakukan Tuan Weber dengan pekerjaan ilmiah dan proses pendidikan yang kami lakukan di UNESCO sehingga menghasilkan daftar situs-situs Warisan Dunia,” itu artinya mereka sedang memberi peringatan keras akan cara kerja lembaga ini.

kalau sudah seperti ini, kenapa pemerintah masih saja ngotot memenangkan komodo dalam kompetisi yang tidak jelas cara penjuriannya ini? padahal UNESCO loh yang sudah memberikan pernyataan seperti diatas itu. kan tidak mungkin juga kalau pemerintah tidak tahu mengenai hal ini. heeem okelah yaa, kalau kalaupun Indonesia nantinya menang, Indonesia tidak boleh mencantumkan predikat pemenang New 7 Wonders of Nature pada P. Komodo (di media promosi, di publikasi, di dokumen resmi, dll) kecuali membayar LISENSI kpd New 7 Wonders Foundation.

nah loh kalau begini jadinya, masih vote komodo ato gak? :D hayoooooo hayooooo :D:D

Selasa, 25 Oktober 2011

Indahnya Berpetualang di Potongan Surga Kawasan Timur Indinesia


Maluku Utara ternyata menyimpan kekayaan dan keelokan alam serta beragam tempat bersejarah yang tak boleh dilewatkan. Obyek wisata di Provinsi Maluku Utara sangat beragam, seperti Wisata Alam, Bahari, Flora dan Fauna, Makanan Tradisional serta pantai-pantai yang cukup banyak dengan keunikan dan karateristik yang tak kalah menariknya dengan daerah lain. Sebut saja pantai Tagalaya, Dorume dan Dodola di Halmahera Utara yang bagaikan anak gadis baru tumbuh dewasa. Eksotis.

Selain objek tersebut, tak kalah menarik jika kita menyambangi situs-situs peninggalan sejarah Kerajaan Islam m serta budaya dan seni tradisional yang cukup banyak sehingga objek dan daya tarik parawisata tersebut bila dikembangkan dengan sistem promosi yang terpadu dan didukung dengan ketersediaan infrastruktur wilayah yang nantinya mempermudah akses bagi para wisatawan baik asing maupun lokal dengan demikian sektor ini pada saatnya dapat merupakan penyumbang pendapatan daerah.

Saat singgah di pantai Dorume, saya dihadapkan pada hamparan pasir hitam yang sangat halus dan berkilauan oleh sorotan mentari timur Indonesia. Kilauan itu disebabkan karena pasir di Dorume mengandung biji besi. Selain itu, saya juga menyaksikan ombak laut yang besar di Dorume, sehingga bagi anda yang senang surfing, bisa datang ke pantai Dorume di Halmahera Utara khususnya pada bulan Desember untuk dapat menikmati sapuan gelombang besar bersama papan surfing anda.

Selain hamparan pantai berpasir putih, Maluku Utara juga memiliki beberapa telaga yang menawarkan keindahan panorama alam natural. Salah satunya danau Galela. Begitu menginjakkan kaki di tepian danau ini, saya melihat air yang begitu tenang dan jernih sehingga cocok untuk berenang, memancing atau pun mendayung. Tak selesai di sini, saat saya beserta rombongan menyambangi Telaga Biru, demikian sebutan yang diberikan penduduk sekitarnya, saya sekali lagi melihat air yang sangat jernih dengan warna kebiruan. Di Telaga Biru ini, menurut legenda, jaman dahulu para bidadari dari khayangan sering mandi di telaga ini. Ada yang unik di Telaga Biru ini, saat mata saya melihat setiap dedaunan yang jatuh ke tengah telaga selalu hanyut ke tepian, sehingga air telaga tetap jernih dan bersih.

Buat anda yang gemar wisata bawah laut, anda harus datang ke pantai Tagalaya, Bobale dan Taman Laut Tobotobo. Ketiga tempat ini konon sering digunakan para wisatawan untuk kegiatan menyelam. Di sini saya juga menjumpai beberapa wisatawan asing yang sedang menikmati keindahan wisata bawah laut di Tagalaya. Saat saya memberanikan diri untuk ikutan menyelam (pertama kali), saya menyaksikan secara langsung keragaman biota laut yang asri di tambah dengan hamparan pasir putih dan panorama pohon Bakau dengan merpati putih dan birunya.

Nah bagi anda yang suka menyaksikan secara langsung berbagai peninggalan sejarah perang dunia kedua, anda wajib datang ke daerah Kao dan Galela. Menurut sejarah, dahulu Kao merupakan basis pertahanan pasukan Jepang di kawasan Pasifik. Bekas peninggalan yang masih ada seperti empat meriam antik, dua bunker, landasan pesawat terbang, dan tiga kapal laut. Sedangkan di desa Pule kecamatan Galela juga dapat menemukan peninggalan perang dunia kedua antara lain dua meriam dan juga landasan pesawat. Di desa Samuda kecamatan Galela Barat, anda dapat melihat sebuah bunker peninggalan Jepang yang masih berdiri tuh.

Masih ada banyak lagi tempat-tempat menakjubkan yang bakalan memacu decak kagum kita setiap kali melewati atau singgah di pulau-pulau di Maluku Utara ini. Anda tentu pernah mendengar tentang Morotai. Nah, untuk sampai ke Morotai, jika terbang dari Jakarta diperlukan waktu sekitar tujuh jam. Setelah transit di Makasar, anda akan singgah terlebih dahulu di Ternate, ibukota provinsi Maluku Utara. Jika kesulitan melanjutkan perjalanan Ternate รข€“ Morotai dengan pesawat terbang, tersedia jalur darat yang kemudian dilanjutkan dengan speedboat melewati Selat Morotai. Sekilas, perjalanan ini akan sangat melelahkan. Tapi anda tak perlu khawatir mengingat keindahan alam yang bertebaran di antero Maluku Utara, kelelahan itu dengan mudah terbayarkan. Sampai di Morotai, anda akan melihat langsung lapangan terbang dengan tujuh run way sebagai peninggalan sejarah dan saat ini hanya satu run way dibangun.

Nah, di sekitar 24 kilometer selatan Daruba, kota kecamatan di Morotai Selatan, anda bakal sampai di Pulau Sumsum, salah satu areal tempat tinggal McArthur saat berada dalam situasi genting. Di dekat dermaga kayu pulau ini terlihat sisa ponton-ponton Sekutu, walaupun sudah mengalami kerusakan akibat perjalanan waktu pemandangan ini menjadi begitu beda dan unik. Terlebih saat saya berjalam beberapa kilometer masuk ke pedalaman pulau, ada sebuah gua yang konon disediakan sebagai tempat persembunyian McArthur.

Tak jauh dari situ, terdapat Pulau Dodola dengan air laut yang jernih memamerkan padang rumput laut dan karang-karang elok yang bisa membuat para pendatang jadi malas pulang. Dodola terdiri dari dua daratan yang dihubungkan dan dikelilingi hamparan pasir putih. Ketika air laut pasang, pulau ini tampak terbagi dua menjadi Dodola Kecil dan Dodola Besar. Ketika surut, pasir putih menjadi "jembatan" indah yang membelah dua perairan.

Saat decak saja terasa tak cukup untuk mengagumi pesona Dodola, salah seorang dari rombongan mengatakan bahwa Dodola merupakan "tempat McArhur berekreasi". Situasi berubah jadi janggal. Seperti janggalnya membayangkan sumber mata air di Morotai, yang kini disebut Air Kaca karena kejernihannya, sebagai "tempat mandi McArthur".

Berakhirnya tulisan ini, bukan berarti habisnya tujuan wisata yang bisa ditemui di Maluku Utara. Ada puluhan lokasi lainnya yang tetap memikat, lengkap dengan jenis-jenis kesenian tradisional yang relatif terpelihara. Saat waktu terasa bergulir begitu cepat di Morotai dan dan tak terasa sudah tiga hari saya di Maluku Utara, banyak hal yang selama ini tak pernah saya temui di tempat lain. Bukan hanya keelokan panorama alam, wisata sejarah mau pun panjangnya perjalanan mengitari Maluku Utara melainkan betapa tiga hari itu tak cukup untuk menyambangi setiap pesona surga di kawasan timur Indonesia ini.

Anda tertarik! Silakan rencanakan perjalanan anda menyibak keelokan alam nusantara dan di Maluku Utara keamanan, kenyamanan serta kedatangan anda akan menjadi prioritas utama. Maluku Utara bukanlah Ambon seperti yang anda lihat ditayangan-tayangan televisi. Menyambangi Maluku Utara, saya seperti menyambangi sebuah surga di kawasan timur Indonesia. [halmaherautara.com]

Penjelajahan Hutan Borneo


Tidak ada habisnya menjelajahi wilayah Kalimantan Timur, yang luasnya 1,5 kali Pulau Jawa dan Madura. Hutan tropis yang lebat, serta satwa dan fauna yang endemik, menjadi daya tarik dari kawasan ini. Tim Teropong belum lama ini menelusurinya dan melihat dari dekat, paru-paru dunia yang semakin hari semakin terancam. Kami bertolak dari Kota Sangatta, ibukota Kabupaten Kutai Timur.

Dan beginilah, sebagian hutan Kalimantan, yang suatu saat nanti barangkali tinggal kenangan bagi anak cucu kita. Sebagian besar hutan hujan atau rain forest, saat ini hanya bisa diketemui di pelosok pedesaan. Salah satunya adalah kawasan purbakala bernama crash Sangkuriang. Untuk menuju lokasi ini kita harus menggunakan perahu ketingting, karena lokasi crash sangat jauh, terpencil dan sulit dijangkau.

Ini adalah potret sebenarnya dari kehidupan Kalimantan. Semakin kedalam, anda akan menemukan keaneka ragaman hutan dan pohon yang masih lestari. Banyak orang berharap, 10 atau 20 tahun lagi kondisi ini masih terjaga dengan baik. Bebatuan kapur dan cadas adalah tanda bahwa anda telah memasuki kawasan crash. Batu-batu cadas ini sangat rapuh dan tajam. Dan anda harus berhati-hati, karena salah sedikit saja bisa berakibat fatal.

Anda juga wajib mengunjungi Goa Tewet, yang cukup tinggi lokasinya. Goa Tewet berada di gugusan Gunung Karst. Lokasinya begitu terpencil, sehingga sangat jarang orang yang datang. Tinggi goa dari permukaan laut sekitar 1000 meter. Didalamnya banyak ditemukan goresan-goresan peninggalan pra sejarah yang merupakan saksi dari peradaban manusia ribuan tahun yang lalu, di Kalimantan.

Goa ini ditemukan sekitar tahun 90-an oleh peneliti dari LIPI dan ITB. Dan diperkirakan adalah tempat bernaung manusia purba yang hidup berpindah-pindah. Ditemukan gambar telapak tangan yang diperkirakan berusia sekitar 20 ribu tahun sebelum Masehi. Tangan ini adalah milik dari suku pertama , yang menghuni kawasan ini. Ketika Pulau Filipina, dataran Cina Selatan, Malaysia dan Pulau Kalimantan masih bersatu.

Selain telapak tangan ada pula lukisan dari aliran sungai, kijang dan tumbuh-tumbuhan. Lukisan ini ibarat sebuah peta, kawasan dan wilayah, yang masuk dalam kekuasaan suku prasejarah ini. Namun para peneliti sejauh ini masih menerka dan belum mengetahui makna lebih dalam, dari lukisan buah Tewet ini. Hingga sekarang mereka masih melakukan riset dan mereka meminta kawasan ini harus tetap dilestarikan dari tangan-tangan jahil manusia.

Kalimantan Timur diselimuti hutan yang lebat. Dan Bangkirai ini adalah salah satu pohon yang tumbuh dikawasan ini yang menjulang tinggi hingga 50 meter dengan masa hidup yang sangat lama hingga 150 tahun. Kawasan ini bernama Taman Bukit Bangkirai yang letaknya dalam kawasan hutan lindung yang luasnya sekitar 1500 hektar.

Taman Bukit Bangkirai letaknya cukup jauh dari kota Balikpapan sekitar 3 jam perjalanan. Kendati jauh dan terpencil, kawasan ini cukup menantang untuk bertualang dan salah satu lokasi itu adalah Canopy Walk. Sebagian besar pohon yang tumbuh disini adalah langka dan anda dapat turut melestarikannya dengan cara mengadopsinya. Yang ingin mengadopsi biasanya satu pohon dipungut biaya sebesar 5 juta rupiah pertahun.

Perjalanan menuju lokasi Canopy Walk cukup jauh dan melelahkan apalagi yang pertama kali datang ke lokasi ini. Salah satunya yang menjajalkan Canopy bridge yaitu berjalan-jalan diatas pohon pada ketinggian 40 meter diatas permukaan laut. Canopy Bridge adalah jembatan dimana anda bisa menitinya diketinggian 50 meter dari satu pohon ke pohon lain dan jembatan ini merupakan jembatan pertama di Indonesia dan dibuat oleh para insinyur dari Amerika Serikat pada tahun 1958.

Tujuan mereka adalah untuk melestarikan kawasan ini. Jembatan ini menghubungkan 5 pohon bangkirai yang terbentang sekitar 65 meter. Yang takut atau pobia dengan ketinggian sebaiknya tidak mencobanya. Lebatnya hutan Kalimantan menjadi lebih jelas dan dilokasi ini juga sering dilakukan kegiatan bertualang, riset dan penelitian. Masih banyak lokasi lain yang bisa anda jelajahi dikawasan Kalimantan Timur ini.

Tidak banyak yang tahu tentang beruang madu, yang ternyata merupakan maskot Kota Balikpapan di Kalimantan Selatan. Kota Balikpapan ini ternyata juga terdapat tempat penangkaran beruang madu, yang lokasinya berada di Cagar Alam Sungai Wain. Hutan Lindung Sungai Wain dahulunya terkenal sebagai habitat beruang madu di Kalimantan. Namun sayang, populasinya semakin hari semakin menurun.

Ekosistem di kawasan ini memang masih memungkinkan beruang madu, untuk bertahan hidup. Kita juga bisa menyaksikan rapatnya ekosistem hutan rawa dan ekosistem hutan hijau dataran rendah. Beberapa sarang orang utan masih bisa ditemukan di ketinggian pohon khas. Dan ini adalah jejak beruang madu. Namun tidak mudah menemukannya, ditengah lebatnya hutan. Dan lokasi yang paling mudah untuk menemukannya, tentu adalah tempat penangkarannya, di Kilometer 23, Jalan Raya Poros Kalimantan.[perempuan.com]

Gunung Bromo

Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Perjalanan melalui pintu barat dari arah pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat obyek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan kearah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi. Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa cemoro lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto - foto, yang banyak difoto dari puncak penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.

Namun bila anda mempunyai jiwa petualang maka anda dapat mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui wisatawan. Yaitu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil tumpang kemudian masuk kota pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menjumpai pertigaan jalan dimana kearah selatan akan memasuki ranu pane ( kearah gunung semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir bromo yang berada di punggung gunung bromo sebelah selatan. Pertigaan tersebut bernama Jemplang. Perjalanan diawali dengan menuruni bukit yang kemudian disambut dengan padang rumput yang lama kelamaan berganti menjadi lautan pasir. Jalan ini akan mengitari gunung bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam.Jalur ini sebenarnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor, namun memerlukan jiwa petualang karena jalurnya yang masih jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Kita akan benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang sangat menantang. Namun anda akan diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang sangat jarang dilihat wisatawan, yaitu padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh pemandangan yang berkebalikan pada sisi Utaranya yang gersang dan berdebu. Namun perlu diingat, sebaiknya jangan melalui jalur ini pada malam hari dan atau dalam cuaca yang berkabut. Jalur tidak akan terlihat dalam kondidi seperti ini.

Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.

Berlibur menuju bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 12 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan dapat dimulai dari jam 12 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 2 - 3 pagi. Dimana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap - siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 9 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota keberangkatan anda sekitar 12 siang. Sebagai catatan, apabila anda melakukan perjalanan diareal lautan pasir ditengah kegelapan malam, sebagai patokan menuju areal parkir sekitar Pura anda dapat melihat patok dari beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk menuju areal pura. Dan apabila anda tersesat jangan panik dan meneruskan perjalanan ( apalagi ditengah kabut tebal ), tunggulah karena biasanya mulai jam 2 - 3 pagi beberapa penunggang kuda sewaan melintas diarea lautan pasir. (wiki)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Istana Tampak Siring : Nikmati Sejarah dan Budaya

src: lagulamaku.blogspot.com

Istana Tampak Siring yang terletak di Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali, merupakan satu-satunya Istana Kepresidenan yang dibangun setelah Indonesia Merdeka. Kelima istana lainnya merupakan bangunan yang telah berdiri sejak jaman kolonialisme Belanda, antara lain Istana Negara dan Istana Merdeka (Jakarta), Istana Bogor (Bogor), Istana Cipanas (Cipanas), serta Gedung Agung (Yogyakarta).

Istana Tampak Siring dibangun oleh seorang arsitek bernama R.M. Soedarsono atas prakarsa Presiden Soekarno. Pembangunan istana kepresidenan ini terbagi ke dalam dua masa, yaitu tahun 1957 dan 1963. Pada tahun 1957, di kompleks ini dibangun Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira. Sementara pada tahun 1963, pembangunan tahap kedua merampungkan dua gedung utama lainnya, yaitu Wisma Negara dan Wisma Bima, serta satu Gedung Serba Guna (gedung konferensi).

Istana Tampak Siring dibangun di areal berbukit dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut (DPL). Para pelancong yang mengunjungi tempat ini dapat menyaksikan riwayat dan fungsi gedung bersejarah yang pernah digunakan oleh para presiden Republik Indonesia.

Pada Wisma Merdeka yang memiliki luas 1.200 m2, misalnya, pengunjung dapat melihat Ruang Tidur I dan Ruang Tidur II Presiden, Ruang Tidur Keluarga, Ruang Tamu, serta Ruang Kerja dengan penataan yang demikian indah. Di gedung ini wisatawan juga dapat melihat hiasan-hiasan berupa patung serta lukisan-lukisan pilihan.

Sementara di Wisma Negara, para turis dapat menyaksikan sebuah bangunan dengan luas sekitar 1.476 m2 yang merupakan bangunan untuk menjamu para tamu negara. Antara Wisma Merdeka dan Wisma Negara terdapat celah sedalam + 15 meter yang memisahkan dua wisma tersebut. Oleh sebab itu, dibangunlah sebuah jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter untuk menghubungkan dua wisma itu.

Para tamu negara biasanya akan diantar melalui jembatan ini untuk menuju Wisma Negara, sehingga jembatan ini juga dikenal dengan nama Jembatan Persahabatan. Para tamu kehormatan yang pernah melewati jembatan ini antara lain, Kaisar Hirihito dari Jepang, Presiden Tito dari Yugoslavia, Ho Chi Minh dari Vietnam, serta Ratu Juliana dari Nederland.

Wisma Yudhistira merupakan tempat menginap rombongan kepresidenan maupun rombongan tamu negara. Wisma yang terletak di tengah kompleks Istana Tampak Siring ini memiliki luas sekitar 1.825 m2. Sedangkan Wisma Bima dengan luas bangunan sekitar 2.000 m2 biasanya digunakan sebagai tempat istirahat para pengawal presiden maupun pengawal tamu negara.

Gedung lain yang tak kalah penting adalah Gedung Konferensi. Gedung ini sengaja dibangun untuk keperluan rapat kabinet, jamuan makan malam tamu kenegaraan, serta konferensi-konferensi penting, seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Oktober 2003 silam.

Masih dalam kawasan istana ini, para turis juga dapat menikmati obyek wisata lainnya yang cukup terkenal di Pulau Bali, yaitu Pura Tampak Siring yang berada tepat di bawah Istana Tampak Siring. Pura ini juga dikenal dengan nama Pura Tirta Empul karena di pura ini terdapat sumber mata air suci (tirta empul). Di tempat ini, para turis dapat melakukan meditasi maupun meraup berkah dengan cara mandi di kolam khusus yang dialiri oleh air dari Tirta Empul. Mata air yang disakralkan ini konon sudah digunakan untuk penyucian dan pengobatan sejak seribu tahun yang lalu.

Kompleks Istana Tampak Siring dan Pura Tirta Empul berada kurang-lebih 40 kilometer dari Kota Denpasar. Dari Ibu Kota Propinsi Bali ini, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum (taksi). Namun, apabila menginginkan tamasya yang praktis, para turis dapat menyewa jasa biro perjalanan (travel agent) yang terdapat di Kota Denpasar.

Para pelancong yang memerlukan penginapan dapat menyewa hotel maupun resort di sekitar Tampak Siring. Bagi mereka yang hobi belanja maupun penikmat kuliner juga dapat memuaskan hasratnya di kios-kios suvenir dan warung makan yang banyak tersedia di kawasan ini. [perempuan.com]